Taufan Setyawan

makalah tentang motivasi

MAKALAH MANAJEMEN

PERANAN MOTIVASI DI DALAM PERUSAHAAN

Di susun oleh  :         Taufan Setyawan

NIM               :         08.22.0896

Kelas               :      S1 Manajemen

SEKOLAH TINGGI STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

2009

BAB I

PENDAHULUAN.

A. Latar Belakang.

Pada bab ini penulis akan membahas tentang motivasi, yang mana di dalam motivasi tersebut terdapat unsur – unsur yang saling mempunyai keterkaitan dengan motivasi itu sendiri.

Konsep motivasi di sini merupakan tujuan dan digunakan dalam teori – teori menejemen yang menjelaskan tentang kekuatan – kekuatan di dalam individu yang bertanggung jawab sesuai tingkatan, pengarahan, dan persistensi dari usaha yang dituntut dalam bekerja. Jadi motivasi menjadi penting jika hasil – hasil kinerja yang tinggi ingin dicapai secara  konsisten dalam organisasi.

B. RUMUSAN MASALAH  TENTANG  MOTIVASI.

Teori isi tentang motivasi ini menggunakan kebutuhan individu untuk menjelaskan perilaku dan sikap para karyawan dalam bekerja. Meskipun masing – masing teori berikut ini membahas serangkaian kebutuhan yang berlainan, namun semuanya sependapat bahwa kebutuhan menyebabkan ketegangan – ketegangan yang mempengaruhi sikap dan perilaku.

Aplikasi contoh kasus di dalam motivasi ini adalah tentang perusahaan penerbangan Southwest Airlines di Amerika Serikat, yang mana perusahaan southwest mampu bersaing dengan kompetitor sejenis yang skalanya lebih besar dari southwest itu sendiri.

Perusahaan southwest menerapkan beberapa teoritis dari motivasi dan mengaplikasikannya sesuai dengan situasi dan kondisi di dalam perusahaan tersebut.

C. TEORI HIRARKHI KEBUTUHAN.

Teori Abraham Maslow menjelaskan bahwa  ada beberapa tingkatan kebutuhan yaitu kebutuhan tingkat tinggi dan kebutuhan tingkat rendah, kebutuhan tingkat tinggi mewakili keinginan seseorang akan pertumbuhan dan perkembangan psikologis, contohnya meliputi harga diri dan aktualisasi diri. Sedangkan kebutuhan tingkat rendah adalah hasrat akan kesejahteraan sosial dan kesejahteraan fisik, contohnya meliputi hal –hal fisiologis, keselamatan, dan sosial.

D. TEORI ERG

Teori ERG yang dikemukakan oleh Clayton Alderfer memuat satu prinsip frustasi

regresi dimana menurut prinsip ini suatu kebutuhan tingkat yang lebih rendah yang sudah

terpuaskan dapat terpenuhi kembali dan mempengaruhi perilaku apabila kebutuhan tingkatan yang lebih tinggi tidak dapat terpuaskan. Teori ERG mempunyai 3 kebutuhan, yaitu:

  • Kebutuhan Eksistensi : yaitu  keinginan akan kesejahteraan fisiologis dan material.
  • Kebutuhan Keterkaitan : yaitu keinginan untuk memuaskan hubungan antar personal.
  • Kebutuhan Growth: yaitu keinginan akan perkembangan dan pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.

E. TEORI DUA FAKTOR.

Teori dua faktor dari Herzberg merupakan merupakan kerangka kerja untuk memahami implikasi – implikasi motivasional dari lingkungan kerja.

Faktor – faktor Higienis : Sumber ketidakpuasan karyawan.

Faktor – faktor Higienis terdapat dalam konteks karyawan dan mempengaruhi ketidakpuasan karyawan. Beberapa contohnya adalah kondisi kerja, hubungan antar personal, administrasi dan kebijakan organisasional, kualitas teknis dari pengawasan, gaji atau upah dasar.

Faktor – faktor Pemuas : Sumber kepuasan konsumen.

Dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor untuk memuaskan karyawan maka akan meningkatkan kepuasan karyawan di tempat kerja, faktor – faktor pemuas yang penting mencangkup hal – hal seperti berikut ini : perasaan berprestasi, persaan diakui, perasaan bertanggung jawab, kesempatan untuk maju, perasaan untuk mengembangkan diri.

F. TEORI PROSES TENTANG MOTIVASI

Teori tentang motivasi ini menawarkan saran, dan wawasan tentang bagaimana orang –orang secara aktual membuat pilihan untk bekerja keras atau tidak, didasarkan pada preferensi individual mereka, penghargaan yang tersedia, dan hasil – hasil karyawan.

Teori Ekuitas.

Teori ekuitas merupakan peringatan yang baik bahwa cara pemberian kompensasi yang dirasakan oleh para penerimanya sebagian besar menentukan bagaimana mereka mempengaruhi kepuasan dan kinerja.

Teori Pengharapan.

Teori pengharapan adalah motivasi seseorang untuk bekerja keras dalam prospek untuk mendapatkan promosi.

Teori Penetapan Tujuan.

Teori Penetapan Tujuan adalah untuk meningkatkan kinerja individual dan kepuasan karyawan.

G. TEORI PENGUATAN TENTANG MOTIVASI.

Teori ini memandang dari perilaku manusia ditentukan oleh konsekuensi – koinsekuensi lingkungan dan memfokuskan diri pada lingkungan eksternal serta pada individu itu sendiri.

Strategi Penguatan.

Ada empat macam strategi penguatan yaitu :

  • Penguatan positif : meningkatkan frekuensi atau memperkuat perilaku  yang dikehendaki dengan membuat suatu kontingen yang menyenangkan.
  • Penguatan negatif : meningkatkan frekuensi atau memperkuat perilaku yang dikehendaki dengan melakukan menghindari suatu kontingen konsekuensi yang tidak menyenangkan pada suatu kejadian.
  • Hukuman : mengurangi frekuensi atau menghilangkan suatu perilaku yang tidak  dikehendaki dengan membuat suatu kontingen konsekuensi yang tidak menyenangkan pada suatu kejadian.
  • Extinction: mengurangi frekuensi atau menghilangkan suatu perilaku yang tidak  dikehendaki dengan melakukan menghindari untuk suatu kontingen konsekuensi yang menyenangkan pada suatu kejadian.

H. MOTIVASI DAN PENGHARGAAN.

Secara teori, penghargaan adalah suatu hasil kerja yang bernilai positif bagi individu. Pengharagaan ada 2, yaitu bersifat eksentrik dan intrinsik.

Penghargaan eksentrik diatur oleh pihak eksternal, dan hasil – hasil bernilai yang diberikan kepada orang lain, khususnya seorang supervisor atau menejer tingkatan yang lebih tinggi.

Contohnya adalah : bonus, promosi, cuti, penugasan khusus, perlengkapan kantor, penghargaan, pujian lisan dan sebagainya.

Penghargaan intrinsik diatur oleh diri sendiri, sumber utama dari penghargaan intrisik adalah perasaan tentang kompetensi, pengembangan personal, dan pengendalian diri yang dialami oleh para karyawan dalam karyawan mereka.

Di perusahaan southwest,  setiap bulan ada karyawan terbaik dari tiap – tiap departemen, dan mendapatkan reward dari departemen – departemen yang lainya, dan ada pembahasan masalah antar tiap departemen yang dirapatkan bersama dan dicari solusi yang terbaik

I. MOTIVASI DAN KOMPENSASI

Ada dua sistem korelasi anatara motivasi dan kompensasi, dua sistem tersebut adalah :

Gaji Untuk Kinerja (Pay for Performance).

Adalah sistem kompensasi yang menghargai peningkatan gaji dalam proposinya dengan sumbangan kinerja individual.

Sistem Kompensasi Intensif.

  • Penggajian Bonus: memberikan gaji kepada karyawan didasarkan prestasi target kinerja khusus atau beberapa sumbangan luar biasa lainnya, seperti suatu gagasan untuk satu peningkatan kerja.
  • Pembagian Laba : pendistribusian kepada beberapa atau seluruh karyawan suatu proporsi dari laba bersih yang diperoleh oleh organisasi selama satu periode kinerja yang telah ditetapkan.
  • Pembagian Keuntungan : adalah memperluas konsep pembagian laba dengan memungkinkan kelompok – kelompok kaaryawan untuk berandil dalam setiap penghematan atau perolehan yang terealisir melalui usaha – usaha untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.
  • Kepemilikan Saham Karyawan : adalah melibatkan karyawan – karyawan dalam kepemilkan melalui pembelaian saham di perusahaan – perusahaan yang mengkaryawankan mereka.

Perusahaan southwest memberikan laba sebesar 15 % dari laba bersih dan akan didistribusikan kepada karyawannya, tidak seperti pesaing – pesaing lainya, perusahaan southwest secara konsisten memiliki laba untuk dibagikan kepada karyawannya, dan para karyawannya juga memiliki 13 % saham dari perusahaan southwest.

BAB III

PENUTUP.

Kesimpulan :

Tujuan dari makalah adalah memahami, dan menganalisa proses tentang motivasi dan apa saja pengaruhnya di dalam struktur di perusahaan, serta pengaplikasiannya di dalam perusahaan yang mana tujuannya agar meningkatkan produktivitas para karyawan di suatu perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

About these ads

3 Maret 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: