Taufan Setyawan

makalah pengorganisasian

MAKALAH MANAJEMEN

SISTEM PENGORGANISASIAN DALAM PERUSAHAAN

Di susun oleh  :         Taufan Setyawan

NIM               :         08.22.0896

Kelas               :      S1 Manajemen

SEKOLAH TINGGI STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

2009

BAB I

PENDAHULUAN.

A. Latar Belakang.

Pengorganisasian merupakan proses penempatan orang-orang dan sumber daya lainnya untuk melakukan tugas – tugas dalam pencapaian tujuan dan menyangkut pembagian pekerjaan untuk diselesaikan dan mengkoordinasikan hasil-hasilnya.

Pengorganisasian adalah fungsi kedua dan dilakukan secara langsung dari dasar yang telah dibuat oleh perencanaan yang baik. Pengorganisasian membagi siapa yang harus melakukannya, mengidentifikasikan siapa yang harus memerintah dan mengadakan hubungan – hubungan perkantoran untuk komunikasi.

B. BATASAN PENGORGANISASIAN.

Struktur organisasi secara formal di definisikan sebagai suatu system atau jaringan kerja dari tugas – tugas, pelaporan relationship, dan komunikasi yang menghubungkan bersama pekerjaan individual dan kelompok, sebuah struktur hendaknya mengalokasikan pekerjaan melalui sebuah divisi pekerjaan dan menyediakan koordinasi dari hasil – hasil kinerja sehingga sasaran organisasi terlaksana dengan baik.

Aplikasi dalam pengorganisasian dapat lihat kasus perusahaan Honda motor yang sistem organisasinya terpusat di Jepang dan mengalami beberapa kendala dalam pengaplikasinya di Negara Amerika Serikat.

BAB II

PEMBAHASAN.

  1. A. GRAFIK ORGANISASASI STRUKTUR FORMAL DAN INFORMAL.

Struktur formal adalah grafik organisasi yang menunjukkan bagaimana berbagai posisi berhubungan satu dengan yang lain melalui garis otoritas dan komunikasi.

Struktur informal adalah menunjukkan hubungan kerja setiap harinya dalam hal siapa berbicara dengan siapa dan siapa biasanya berinteraksi dengan siapa.

B. STRUKTUR FUNGSIONAL.

Dalam struktur fungsional para pekerja dengan kecakapan kerja yang hampir sama melakukan tugas yang sejenis ditempatkan secara bersama dalam kelompok formal.

Keuntungan – keuntungan yang didapat antara lain :

  • Skala ekonomis dengan penggunaan sumber daya secara efisien.
  • Tugas yang konsisten dengan pelatihan teknis.
  • Pemecahan masalah teknis yang berkualitas tinggi.
  • Pelatihan yang mendalam dan perkembangan kecakapan kerja dalam fungsinya.
  • Jenjang karir yang jelas dalam fungsinya.

C. STRUKTUR DIVISIONAL.

Struktur divisional meliputi struktur produk, struktur geografi, dan struktur pelanggan.

Struktur produk adalah pengelompokan pekerja dan aktivitas pekerjaan pada satu produk atau jasa.

Struktur geografi adalah pengelompokan pekerjadan kegiatan yang dilakukan pada lokasi atau daerah yang sama. Struktur pelanggan adalah pengelompokan pekerjaan dan aktivitas untuk melayani pelanggan yang sama.

Kelebihan struktur divisioanal yaitu :

  • Fleksibilitas yang tinggi dalam merespon perubahan lingkungan.
  • Meningkatnya koordinasi antar departemen fungsional.
  • Menunjukkan dengan jelas pertanggung jawaban untuk produksi dan pelayanan pengiriman.
  • Keahlian yang difokuskan pada pelanggan, produk – produk dan daearah – daerah khusus.
  • Perkembangan atau penurunan ukuran  yang mudah dengan menambah atau menghapus divisi-divisi.

Kelemahan struktur divisional yaitu :

  • Dapat menurunkan skala ekonomi.
  • Menyebarkan persaingan teknik dan keahlian.
  • Menciptakan persaingan yang tidak sehat diantara unit operasional.

D. STURUKTUR MATRIKS

Adalah pendekatan yang digunakan dengan pertukaran fungsi antar tim yang permanent untuk menggabungkan kekuatan teknik dari struktur fungsional dengan mengintegerasikan dari struktur divisional.

Keuntungan dari struktur matriks adalah :

  • Kerjasama interfungsional : matrik menyediakan cara mengkoordinasi kontribusi fungsional yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan program khusus.
  • Fleksibilitas : matrik memberi kemudahan untuk menambah, memindah atau mengganti fokus dari tim untuk membuat gambaran program baru atau perubahan dasar seperti ukuran bisnis.
  • Pelayanan terhadap pelanggan : pelanggan struktur matrik selalu menejer program untuk menjawab pertanyaan, menyediakan laporan, dan masalah alamat pelanggan.
  • Tanggung jawab yang lebih baik : matrik mengidentifikasi dengan jelas para menejer yang bertanggung jawab untuk hasil kinerja.
  • Peningkatan pembuatan keputusan: matrik memaksa pembuatan keputusan dan pemecahan masalah pada tingkatan tim, dimana terdapat informasi yang paling baik.
  • Peningkatan manajemen strategi : matrik membebaskan menejer puncak dari keputusan – keputusan rutin untuk membuat strategi yang lain.

E. STRUKTUR JARINGAN.

Organisasi ini menggunakan variasi strategi untuk beraliansi dari kontrak – kontrak bisnis untuk beroperasi tanpa harus memiliki semua fungsi pendukungnya. Hal ini didapat seperti yang dipaparkan melalui jaringan elektronik. Pemikiran kreatif ini memperbolehkan organisasi untuk beroperasi sebagai system dasar yang lebih kecil dan kompleks, bahkan saat memperbaiki operasi – operasi yang luas.

F. KECENDERUNGAN DI TEMPAT KERJA MODERN.

Di dalam tempat kerja modern, ada beberapa aspek, diantara adalah :

  • Rantai perintah yang lebih pendek adalah sistem organisasi yang menggabungkan rantai perintah atau jalur kekuasaan yang menghubungkan seluruh karyawan pada tingkat – tingkat yang lebih tinggi dari menejemen secara vertikal.
  • Kurangnya kesatuan perintah adalah sistem manajemen klasik yang menggambarkan bagaimana rantai perintah harus beroperasi dalam pelaksanaan menejerial sehari – hari.
  • Rentang lebar dari pengendalian adalah sejumlah karyawan yang melapor langsung kepada manajer.
  • Pendelegasian dan wewenang adalah suatu proses pendistribusian dan pemberian kepercayaan pekerjaan kepada orang lain.
  • Desentralisasi dan sentralisasi adalah secara implisit terkandung pada kecenderungan organisasi pada saat ini, seperti rentang kendali yang meluas dan pemberian wewenang yang meningkat.

BAB III

PENUTUP.

Kesimpulan :

Tujuan dari makalah adalah memahami, dan menganalisa proses pengorganisasian dalam membagi, mengidentifikasi, memerintah dan mengadakan hubungan – hubungan perkantoran untuk komunikasi dan mengalokasikan dan mengatur sumber produksi untuk mencapai tugas – tugas pokok dalam pengorganisasian.

3 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

makalah tentang motivasi

MAKALAH MANAJEMEN

PERANAN MOTIVASI DI DALAM PERUSAHAAN

Di susun oleh  :         Taufan Setyawan

NIM               :         08.22.0896

Kelas               :      S1 Manajemen

SEKOLAH TINGGI STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

2009

BAB I

PENDAHULUAN.

A. Latar Belakang.

Pada bab ini penulis akan membahas tentang motivasi, yang mana di dalam motivasi tersebut terdapat unsur – unsur yang saling mempunyai keterkaitan dengan motivasi itu sendiri.

Konsep motivasi di sini merupakan tujuan dan digunakan dalam teori – teori menejemen yang menjelaskan tentang kekuatan – kekuatan di dalam individu yang bertanggung jawab sesuai tingkatan, pengarahan, dan persistensi dari usaha yang dituntut dalam bekerja. Jadi motivasi menjadi penting jika hasil – hasil kinerja yang tinggi ingin dicapai secara  konsisten dalam organisasi.

B. RUMUSAN MASALAH  TENTANG  MOTIVASI.

Teori isi tentang motivasi ini menggunakan kebutuhan individu untuk menjelaskan perilaku dan sikap para karyawan dalam bekerja. Meskipun masing – masing teori berikut ini membahas serangkaian kebutuhan yang berlainan, namun semuanya sependapat bahwa kebutuhan menyebabkan ketegangan – ketegangan yang mempengaruhi sikap dan perilaku.

Aplikasi contoh kasus di dalam motivasi ini adalah tentang perusahaan penerbangan Southwest Airlines di Amerika Serikat, yang mana perusahaan southwest mampu bersaing dengan kompetitor sejenis yang skalanya lebih besar dari southwest itu sendiri.

Perusahaan southwest menerapkan beberapa teoritis dari motivasi dan mengaplikasikannya sesuai dengan situasi dan kondisi di dalam perusahaan tersebut.

C. TEORI HIRARKHI KEBUTUHAN.

Teori Abraham Maslow menjelaskan bahwa  ada beberapa tingkatan kebutuhan yaitu kebutuhan tingkat tinggi dan kebutuhan tingkat rendah, kebutuhan tingkat tinggi mewakili keinginan seseorang akan pertumbuhan dan perkembangan psikologis, contohnya meliputi harga diri dan aktualisasi diri. Sedangkan kebutuhan tingkat rendah adalah hasrat akan kesejahteraan sosial dan kesejahteraan fisik, contohnya meliputi hal –hal fisiologis, keselamatan, dan sosial.

D. TEORI ERG

Teori ERG yang dikemukakan oleh Clayton Alderfer memuat satu prinsip frustasi

regresi dimana menurut prinsip ini suatu kebutuhan tingkat yang lebih rendah yang sudah

terpuaskan dapat terpenuhi kembali dan mempengaruhi perilaku apabila kebutuhan tingkatan yang lebih tinggi tidak dapat terpuaskan. Teori ERG mempunyai 3 kebutuhan, yaitu:

  • Kebutuhan Eksistensi : yaitu  keinginan akan kesejahteraan fisiologis dan material.
  • Kebutuhan Keterkaitan : yaitu keinginan untuk memuaskan hubungan antar personal.
  • Kebutuhan Growth: yaitu keinginan akan perkembangan dan pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.

E. TEORI DUA FAKTOR.

Teori dua faktor dari Herzberg merupakan merupakan kerangka kerja untuk memahami implikasi – implikasi motivasional dari lingkungan kerja.

Faktor – faktor Higienis : Sumber ketidakpuasan karyawan.

Faktor – faktor Higienis terdapat dalam konteks karyawan dan mempengaruhi ketidakpuasan karyawan. Beberapa contohnya adalah kondisi kerja, hubungan antar personal, administrasi dan kebijakan organisasional, kualitas teknis dari pengawasan, gaji atau upah dasar.

Faktor – faktor Pemuas : Sumber kepuasan konsumen.

Dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor untuk memuaskan karyawan maka akan meningkatkan kepuasan karyawan di tempat kerja, faktor – faktor pemuas yang penting mencangkup hal – hal seperti berikut ini : perasaan berprestasi, persaan diakui, perasaan bertanggung jawab, kesempatan untuk maju, perasaan untuk mengembangkan diri.

F. TEORI PROSES TENTANG MOTIVASI

Teori tentang motivasi ini menawarkan saran, dan wawasan tentang bagaimana orang –orang secara aktual membuat pilihan untk bekerja keras atau tidak, didasarkan pada preferensi individual mereka, penghargaan yang tersedia, dan hasil – hasil karyawan.

Teori Ekuitas.

Teori ekuitas merupakan peringatan yang baik bahwa cara pemberian kompensasi yang dirasakan oleh para penerimanya sebagian besar menentukan bagaimana mereka mempengaruhi kepuasan dan kinerja.

Teori Pengharapan.

Teori pengharapan adalah motivasi seseorang untuk bekerja keras dalam prospek untuk mendapatkan promosi.

Teori Penetapan Tujuan.

Teori Penetapan Tujuan adalah untuk meningkatkan kinerja individual dan kepuasan karyawan.

G. TEORI PENGUATAN TENTANG MOTIVASI.

Teori ini memandang dari perilaku manusia ditentukan oleh konsekuensi – koinsekuensi lingkungan dan memfokuskan diri pada lingkungan eksternal serta pada individu itu sendiri.

Strategi Penguatan.

Ada empat macam strategi penguatan yaitu :

  • Penguatan positif : meningkatkan frekuensi atau memperkuat perilaku  yang dikehendaki dengan membuat suatu kontingen yang menyenangkan.
  • Penguatan negatif : meningkatkan frekuensi atau memperkuat perilaku yang dikehendaki dengan melakukan menghindari suatu kontingen konsekuensi yang tidak menyenangkan pada suatu kejadian.
  • Hukuman : mengurangi frekuensi atau menghilangkan suatu perilaku yang tidak  dikehendaki dengan membuat suatu kontingen konsekuensi yang tidak menyenangkan pada suatu kejadian.
  • Extinction: mengurangi frekuensi atau menghilangkan suatu perilaku yang tidak  dikehendaki dengan melakukan menghindari untuk suatu kontingen konsekuensi yang menyenangkan pada suatu kejadian.

H. MOTIVASI DAN PENGHARGAAN.

Secara teori, penghargaan adalah suatu hasil kerja yang bernilai positif bagi individu. Pengharagaan ada 2, yaitu bersifat eksentrik dan intrinsik.

Penghargaan eksentrik diatur oleh pihak eksternal, dan hasil – hasil bernilai yang diberikan kepada orang lain, khususnya seorang supervisor atau menejer tingkatan yang lebih tinggi.

Contohnya adalah : bonus, promosi, cuti, penugasan khusus, perlengkapan kantor, penghargaan, pujian lisan dan sebagainya.

Penghargaan intrinsik diatur oleh diri sendiri, sumber utama dari penghargaan intrisik adalah perasaan tentang kompetensi, pengembangan personal, dan pengendalian diri yang dialami oleh para karyawan dalam karyawan mereka.

Di perusahaan southwest,  setiap bulan ada karyawan terbaik dari tiap – tiap departemen, dan mendapatkan reward dari departemen – departemen yang lainya, dan ada pembahasan masalah antar tiap departemen yang dirapatkan bersama dan dicari solusi yang terbaik

I. MOTIVASI DAN KOMPENSASI

Ada dua sistem korelasi anatara motivasi dan kompensasi, dua sistem tersebut adalah :

Gaji Untuk Kinerja (Pay for Performance).

Adalah sistem kompensasi yang menghargai peningkatan gaji dalam proposinya dengan sumbangan kinerja individual.

Sistem Kompensasi Intensif.

  • Penggajian Bonus: memberikan gaji kepada karyawan didasarkan prestasi target kinerja khusus atau beberapa sumbangan luar biasa lainnya, seperti suatu gagasan untuk satu peningkatan kerja.
  • Pembagian Laba : pendistribusian kepada beberapa atau seluruh karyawan suatu proporsi dari laba bersih yang diperoleh oleh organisasi selama satu periode kinerja yang telah ditetapkan.
  • Pembagian Keuntungan : adalah memperluas konsep pembagian laba dengan memungkinkan kelompok – kelompok kaaryawan untuk berandil dalam setiap penghematan atau perolehan yang terealisir melalui usaha – usaha untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.
  • Kepemilikan Saham Karyawan : adalah melibatkan karyawan – karyawan dalam kepemilkan melalui pembelaian saham di perusahaan – perusahaan yang mengkaryawankan mereka.

Perusahaan southwest memberikan laba sebesar 15 % dari laba bersih dan akan didistribusikan kepada karyawannya, tidak seperti pesaing – pesaing lainya, perusahaan southwest secara konsisten memiliki laba untuk dibagikan kepada karyawannya, dan para karyawannya juga memiliki 13 % saham dari perusahaan southwest.

BAB III

PENUTUP.

Kesimpulan :

Tujuan dari makalah adalah memahami, dan menganalisa proses tentang motivasi dan apa saja pengaruhnya di dalam struktur di perusahaan, serta pengaplikasiannya di dalam perusahaan yang mana tujuannya agar meningkatkan produktivitas para karyawan di suatu perusahaan atau organisasi yang bersangkutan.

3 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.